Rekan Sepanggilan, Menulislah!

Pengunjung yang terhormat, para saksi Kristus & para pelayan Tuhan, ini adalah blog mutiara DOA, SAAT TEDUH dan MEDITASI Kristen (kecuali sisipan-sisipan khususnya). Sebuah Kedai Doa, Warung SaTe, atau Kantin Yoga, terserah Anda menyebutnya. Kalo saya, ini Cafe Shalom:-) Lebih dari itu, blog ini adalah ajakan untuk menulis. Tulislah apa saja, selembar sehari, di diary atau jurnal pribadi. Don't worry, bahan-bahannya akan Tuhan kirim tiap hari, lewat berbagai macam situasi, Anda hanya tinggal mencatatnya dengan setia & sepenuh hati. Apapun genre-nya, semua bentuk tulisan itu bagus. Semua memastikan agar kita tak mudah lupa berkat dan pesan-Nya untuk jangka waktu sangat lama. Dan sudah barang tentu, tulisan Anda bisa jadi berkat buat sesama, asupan sehat bagi keluarga besar gereja-Nya. Selamat mencoba. Mulailah hari ini!

Senin, 30 April 2012

Dosa itu...

Dosa itu...
          bohong, nakal, omong kotor, pikiran kotor,
          masturbasi, nyontek, nyuri, korupsi, dll
Ya, itu pasti. Tapi pasti juga bukan itu!


Dosa itu...
          tidak percaya Yesus Tuhan Juru Selamat pribadi.
Ya, itu pasti. Tapi pasti juga bukan itu!


Dosa itu...
          tidak percayai Dia sebagai Mesias, Kristus,
          tidak percaya injil Kerajaan Allah,
                    yang diproklamirkanNya,
                    yang didemonstrasikanNya.
Yakni bahwa Allah Pencipta, Yahweh,
telah, sedang dan akan membereskan 
segala sesuatu di dunia ini:
          menegakkan keadilan,
          meninggikan kebenaran,
          menghadirkan shalom.
Dan bahwa Allah itu menetapkan prosesnya:
          melalui Israel, melalui gereja,
          melalui dirimu, hidupmu.


So, perluas konsep dosamu, kawan, utuhkan definisinya,
sambil terus persempit ruang geraknya dalam hidupmu.
Dan perdalam keterlibatanmu, via doa dan kreativitas karya,
perangi kerajaan iblis, dalam menghadirkan kerajaan Allah,
          di bumi seperti di sorga,
          di studi seperti di sorga,
          di kantor seperti di sorga,
          di keluarga, di masyarakat, seperti di sorga.


Yohanes 16:8-9
Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku.


Jakarta, 29 April 2012

Minggu, 29 April 2012

Pruning Moments

Secangkir perspektif untuk ke Gereja:

Jika ibadah hari ini kita ijinkan Bapa di sorga memangkas dan membersihkan ranting kita,
niscaya kerelaan kita maksimal jika sepanjang minggu ke depan Ia berulang kali melakukannya.
Niscaya hidup yang makin berbuah bukan sekedar wacana!

Have a blessed Worship!

Sabtu, 28 April 2012

Breakthrough

Secangkir Semangat Untuk Menulis:
(Spesial Sabtu sore)


Hikmat, breakthrough dalam pelayanan atau pekerjaan, itu diberikan pada orang yang suka Firman Tuhan. Pasti mudah Anda aminkan bukan? Tapi mau tahu definisi praktis “cinta Firman Tuhan” ? Aku takut yang ini kata “amin” akan berat Anda ucapkan:

Itu berarti saat teduh sambil catat pesan yang didapat, sehingga lebih lekat diingat, jadi sumber semangat dan daya taat di segala situasi dan jadual padat, lalu menanti saat teduh berikutnya dengan sangat.

Meski demikian, ajakanku tetap, kawan: Tulislah!!

Coretan 9 Maret ‘08
SaTe smangat lagi, muncul banyak ide praktis untuk pelayanan. 

Alkitab Masih (!) Firman Allah

Refleksi, khusus edisi akhir pekan:

Banyak orang kristen dan non-kristen merasa sudah tahu kekristenan (tentu ada yang benar-benar tahu, ada yang sok tahu). Namun pertanyaan yang sama ada di kepala mereka: Apalagi yang bisa dibahas tentang kekristenan? Adakah hal baru yang bisa didiskusikan tentang Yesus? Bolehkah, alkitabiahkah menemukan hal-hal baru tentang Alah, tentang Yesus, tentang kekristenan, di luar semua penjelasan doktrinal yang pernah atau yang selama ini kita dengar?

In fact, itu yang telah terjadi dan yang sedang terjadi, kawan. Gelombang perubahan (kebangunan rohani?) di kalangan injili sedang melanda berbagai belahan dunia, sedang merubah wajah kekristenan yang selama ini kita ketahui dan kenali (jika belum nampak dipengamatanmu, maka cepat atau lambat ia akan terlihat datang, akan kamu dengar dan rasakan). Judul-judul buku, artikel dan jurnal teologi, tema-tema kotbah, seminar, konsultasi maupun kamp-kamp sudah deras alirkan istilah-istilah yang mensosialisasikan, yang bergema dan memantul ke segala jurusan:
Rethinking, rediscovering, revisiting, redefining, repainting, reshaping, reimagining, reinterpret, new/fresh perspective on.....CHRISTIANITY! ...on GOD, on Jesus, on discipleship, on mission, on worship, on evangelism, etc.

A new kind of Christianity? Kupikir bukan, kawan. Aku aminkan komentar beberapa teolog yang sepakat menilai: “Not a new kind, It’s an original version of it!” Sebuah perubahan? Kurasa juga bukan. Fenomena ini lebih tepat disebut sebuah pertumbuhan. Ya, kekristenan atau iman kristen yang bertumbuh. Bukan membatalkan versi lama, tapi membuatnya makin dalam, makin utuh, makin integral. Kurasa ini semacam pernikahan antara Yesus yang diimani-disembah dan Yesus sejarah. Bukan merupakan kisah kekristenan final atau paling benar, melainkan merupakan versinya yang berkembang: dari kisah tentang “aku” menuju “aku dan Yesus” lalu kini versi up-gradenya, tentang “Yesus, aku dan Dunia.”

Ya, kebenarannya sangat mendasar di sini: iman kristen adalah sebuah perjalanan rohani tanpa henti. Perubahan/kebangunan seperti ini tetaplah harus kita pandang sebagai sebuah oase yang kita temui. Oase memang titik yang nyaman dan menyegarkan, tapi ia bukan tempat untuk ditinggali. Ia hanya tempat menimba kesegaran, mereguk energi untuk lanjutkan lagi perjalanan.

Bolehkah, alkitabiahkah fenomena yang seperti ini (hal-hal baru dalam kekristenan) terjadi? Boleh, kawan! Alkitab katakan tak seorangpun pernah melihat Allah. Hanya Yesus yang pernah (Yoh 1:18). So, mengenal Allah itu selalu sebuah proses, selalu bersifat progresif, sarat hal-hal baru, tatkala kita terus fokus memandang kepada Yesus, mencermati Allah yang bagaimana dan Allah yang punya misi apa yang diperagakan Yesus itu. Wahyu Allah melalui Alkitab sudah final? YA! Tapi penyingkapan kebenaran yang terkandung dalam teks-teks alkitab itu juga bersifat progresif, tidak pernah final. So, boleh dan alkitabiahlah gerakan atau gelombang perspektif baru tentang kekristenan ini.

Asal selalu harus dipastikan bahwa kita mengasihi Allah dan menghargai Alkitab sebagai standar kebenaran, Firman Allah sendiri. Kekristenan yang makin utuh ini merupakan hasil pergumulan penuh kasih dan gentar akan Allah, hasil penggalian kebenaran-kebenaran alkitab yang diperjumpakan dengan konteks realita jaman yang kita hadapi sekarang.  (bdk. Jenis Yesus historis yang tercipta sebagai hasil menolak Alkitab sebagai Firman Tuhan oleh saudara-saudara kita di kelompok liberal atau kelompok Yesus Seminar).

Mengapa tak perlu terlalu takut salah karena menggumulkan dan menyambut tafsir baru teks-teks alkitab maupun perspektif baru tentang kekristenan? (Termasuk yang diakibatkan temuan-temuan terbaru di bidang arkeologis atau dokumen kuno terkait faktualitas narasi-narasi tertentu dalam alkitab). Karena ada anugrah Roh Kudus (Yoh 14:26). Roh Kudus yang diutus Bapa dan Yesus. Roh Kebenaran, Roh Penghibur, Penolong itu akan membawa kita pada “segala” (sepenuh-penuhnya) kebenaran alkitab. Roh Kudus akan aktif menuntun kita pada pengenalan yang lebih banyak tentang Allah, pemahaman yang lebih dalam tentang Yesus, wawasan yang lebih utuh tentang misi-Nya di bumi, di tiap konteks jaman.

Maka sesungguhnya kita punya tanggung-jawab ganda, kawan:
1.  Tiap generasi harus mensyukuri tradisi ajaran, doktrin, perspektif kristiani yang Allah singkapkan di generasi-genrasi sebelum kita (tak ada ruang untuk menyombong atau merasa paling biblikal di sini!).
2.  Tiap generasi harus punya passion untuk mengerjakan PR-nya, yakni menyelidiki teks-teks sesuai konteks temuan2 bukti2 sejarah terbaru dan situasi/pergumulan jamannya. Sejak zaman PL, Firman Allah selalu datang kepada para nabi selalu dalam rangka merespons konteks realitas yang dialami dan dihadapi Israel, bangsa pilihan.
3.  Tiap orang kristen harus terbuka untuk mere-edukasi dirinya sendiri terhadap model-wajah kekristenan yang Allah wahyukan di jamannya, sehingga status kekristenannya dan kehadiran dirinya di tengah masyarakat senantiasa relevan, senantiasa terlibat dalam menjawab persoalan dan kebutuhan jamannya.

Bagaimana pendapat Anda?

Malang, 1 Juni 2010
Sedang bergairah kampanyekan Perkantas Malang Out of The Box

Jumat, 27 April 2012

Mabuk?

Mabuk itu...
Botol beer kosong, kulit kacang berserakan,
Mata berkunang, jalan sempoyongan?
Oleng berkendara, tabrak pembatas jalan,
Mulut meracau, mengumpat tak karuan?
Bau alkohol menyengat, mata terkatup rapat,
Sengaja kecanduan miras, lari dari kenyataan?
Atau, mabuk itu...
siaga plastik kosong di tangan,
entah di kapal atau di kendaraan,
Mual dan muntah di sepanjang perjalanan?

Ya, itu pasti.
Tapi pasti juga bukan itu.

Mabuk itu...
Galon kasih kosong, empati berantakan.
Nurani dan rasa malu hilang, segala cara halal.
Ambisi tak terkendalikan, tabrak hak-hak orang.
Bau congkak, tamak dan egoisme menyengat,
bikin mual dan muak mata yang memandang,
Kesaksian kacau, nama Yesus tersungkur di mata orang.
Bukan miras, melainkan Kecanduan Si Aku, 
lari dari status dan mandat penciptaan:
emoh jadi gambar Allah, diri adalah TUHAN!

So, pastikan dirimu tidak sedang mabuk, kawan!

1 Korintus 6:10-11
...pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Malang, 18 Juli 2010
Malam ini minum beer bintang, 4 d’ first time J

Kamis, 26 April 2012

Berapa Skor Ke-Yesus-an Anda?

Di Facebook banyak aplikasi uji mandiri
tentang siapa dan bagaimana diri kita.
Serangkaian pertanyaan, sederet kemungkinan jawaban,
lalu disimpulkan:
Mulai dari arti nama kita, tipe kepribadian kita,
pasangan seperti apa kita, skor kemalasan kita,
hingga pekerjaan kita 10 tahun ke depannya!

Rasul Paulus punya aplikasi semacam itu, kawan,
meminta kita taruh perhatian:
Dalam hening, berdiri di depan cermin bathin yang terang,
siapa dan apa yang terlihat?
Seseorang yang isi dan cara bicaranya
layak dibayangkan seperti Kristus?
Seseorang yang merespons orang dan lingkungan alam
seperti sikap Yesus memperlakukan?
Apakah kehadiran Yesus, kehidupan dan kasihNya
terasa aktif di dalam, terpancar dinamis keluar?
menghangatkan, menopang, mengawal,
menuntun, menyadarkan dan mengarahkan??

Jawaban rangkaian pertanyaan ini layak dipastikan,
sebuah perjalanan ke dalam.
Sebuah aplikasi uji rohani yang tujuannya bukan menjatuhkan,
melainkan untuk membangun umat tebusan,
untuk memastikan buah rohani umat perjanjian,
untuk memastikan gereja menuju kedewasaan!

So, berapa skor kemiripanmu dengan Mesias yang tersalib dan yang bangkit itu, kawan??

2 Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Galatia 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.


Jakarta, 26 April 2012
Mencermati pengguna FB terapkan aplikasi uji mandiri ini,
ternyata antusiasmenya lumayan besar! 

Rabu, 25 April 2012

Selain KAU Tiada yang Lain! (??)

How?
Kolekte maksimal?
Aktivis di banyak pelayanan?
Bertekun dalam doa dan Firman?
Tambahi jam-jam di rumah Tuhan?
Atau bahkan melajang?
        Itu pasti!
        Tapi pastinya juga bukan hanya itu.

Itu berarti....
Menyadari Yesus tak lagi di bumi,
Sadari orang miskin selalu ada pada kita hingga kini,
Sadari Yesus mau kita arahkan kasih kepada mereka ini:
        yang miskin kasih,
        yang tak mampu bela hak-haknya,
        yang tak punya kesempatan-kesempatan baik,
        yang dianggap tak berada, tidak eksis.
Menjadi Samaria yang baik hati,
dengan cara apa saja, bagi siapa saja
yang butuh kita menjadi sesamanya hari ini!

“...sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
(Yesus, Matius 25:40)

Wisma Sarfat (Batu), 20 Juni 2010
Sedih dengar hamba Tuhan tersebut berlebihan tekankan bahayanya aksi sosial gereja. Ironisnya, itu beliau utarakan demi menggaris-bawahi pentingnya mengasihi Tuhan dan memberitakan injil-Nya!

Selasa, 24 April 2012

Chemistry Hukum Utama

Afinitas, istilahnya.
Simpati berdasar kepentingan yang sama, itu makna umumnya.
Menyatunya 2 zat dalam proses bersenyawa, ini arti kimianya.

Seperti itulah hening di hadapan Allah itu, kawan.
Kita dan Yesus saling tertarik, kita dan Yesus berpadu.
Kita bersenyawa dengan Yesus, lalu berbuah, menarik unsur lainnya:
Persenyawaan kita dengan sesama yang memerlukan diri kita!

Sesungguhnya Dia telah mengajak kita bersenyawa denganNya,
sudah pula Dia mengutus kita bersenyawa dengan sesama.
Hidupi spiritualitas yang utuh namun bersahaja, teladanNya:
Menjumpa Bapa dalam doa, pula dalam wajah-wajah saudara!

Maka mari pelajari senyawa intinya, yakni kita dan Dia.
Bukan via kotbah, ceramah, aksi misi atau program lainnya,
melainkan lewat detik-detik hening mengalami Dia,
lewat momen menyatu denganNya dalam keteduhan jiwa.

Matius 25:40 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Yohanes 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Matius 22:37-40 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." 

Jakarta, 24 April 2012
-   Barusan menikmati keheningan di atas motor menuju ke kantor, diiringi musik Taize.
-   Kemarin membaca Bunda Teresa yang tiap pagi buta menatap luka Yesus dalam doa, lalu sepanjang hari mencari dan merawat luka Yesus dalam tubuh gelandangan Kalkuta.

Senin, 23 April 2012

Mengkonsumsi Keheningan

Di zaman sarat keramaian ini, banyak orang lapar keheningan,
tapi justru alihkan rasa lapar, dengan berbagai hingar-bingar.
Kamu dan saya jangan demikian, kawan.
Cobalah mengudap kesendirian, mengunyah kesunyian,
Puaskan lapar dahagamu jiwamu dengan kesejatian,
pastikan bathin dan nalar sehatmu kenyang.

Karena bukti sudah terang benderang,
Menahan lapar akan keheningan itu posisi kita rentan,
mudah dikonsumsi oleh beragam ekspektasi dan tuntutan.
Karena bukti sudah jelas terpampang,
Menahan lapar akan keheningan itu berujung dosa kerakusan:
rakus kerja,
rakus harta,
rakus belanja,
rakus hiburan,
rakus perhatian,
rakus pengakuan,
bahkan rakus pelayanan,
dan berbagai kecanduan, dan beragam pelarian!

So, mari pastikan jadwal hening kita, kawan
di sela kesibukan, sempatkan mengudap kesunyian:
withdraw, solitude..., menikmati dan dinikmati Tuhan!


Bilangan 11:33-34
Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar. Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.

Matius 14:13
Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. 

Jakarta, 23 April 2012
Sudah terbiasa lewatkan sarapan J,
sayangnya tergoda pula lewatkan “diam terpejam nikmati Tuhan”L

Minggu, 22 April 2012

Alam Marah

Alam marah karena kita tak ramah
Sembarangan buang sampah
Gunduli hutan dengan serakah
Cemari udara dan tanah dengan limbah
Tumbuhan binatangpun dijarah, terancam punah
       Semua tanpa rasa bersalah,
       bahkan dengan pongah
Bumi pertiwipun gerah, Pancasila goyah
Pemerintah lemah, kebijakan serba payah
Radikalisme subur,  kekerasan disembah
Berbeda dianggap lawan, tradisi musyawarah musnah
Teror mewabah, sesama anak bangsa ditindas, dijajah
       Si miskin makin parah, pasrah, cuma bisa gundah
       Keluh kesah mereka pastilah didengar Allah!
Inikah pangkal bencana nusantara kita yang indah?
Sungainya tumpah, banjiri semua dengan masalah
Lautpun latah, menerjang daratan, seret rumah-rumah
Longsor bukit dan lembah, gunung muntah-muntah,
abu-lahar timbuni ladang,  musnahkan sawah
Jasad-jasad rebah, darah basahi tanah, negri ini bak kena tulah!
       Ayo kawan, ini waktunya kita berbenah,….
       jika kita sungguh ingin Republik tercinta berubah !


Imamat 26:3 Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, 26:4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. 26:6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.


Malang, Juni 2011

Jemaat Tukang Taman

Secangkir perspektif untuk ke Gereja:

Ibadah hari ini adalah untuk menyembah Pencipta langit dan bumi,
dan untuk kembali tetapkan hati melaksanakan mandat yang Ia beri:
mengusahakan dan memelihara bumi.

Selamat Hari Bumi, Selamat Berbakti!

Kamu dan Bumi

Kamu dilahirkan, muncul, dihadirkan di dunia ini.
Kamu pemberian Sang ilahi bagi bumi.
Hadirmu itu bukan untuk sekedar mengkonsumsi,
menghisap, menghirup, mengambil, menjarah,
merenggut penghuni dan isi bumi bagi dirimu sendiri.
Sebagai pemberian, hadirmu itu diniatkan sang khalik
untuk mengisi, mewarnai, melengkapi,
hadir untuk memberi, bagi bumi:
Memberi nilai tambah. Tambahi keindahan bumi,
kerapian, kesegaran, kemakmuran, kesejukan bumi,
kehijauan, kesuburan, kehangatan, kenyamanan bumi,
pula keteraturan, keadilan dan segala nilai-nilai ilahi bagi bumi
dan bagi segala makhluk yang menghuni dunia
yang dicipta sepenuh hati dan sepenuh daya kreatif
dan sepenuh kehangatan cinta Ilahi.
Hadirmu itu satu caraNya lagi, obati bumi yang sakitnya tak terperi
karena dosa yang keji.
Hadirmu itu satu garansiNYA lagi, bukti bahwa karyaNya itu,
dan rupa-gambarNYA itu…. SUNGGUH AMAT BAIK!


Think about the cleaner environment we could have. Think about the billions of people who would benefit from such an environment. Think about the incredible witness of Christians caring for our earth as they live out Jesus’ greatest commandment. Think about what God can do through us, if we earnestly desire to protect the ecosystem. Imagine serving God by saving the planet! 
(Emma Sleeth, 15 th, author of It's Easy Being Green).


Kej 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Tangerang, 22 April 2012
Hari Bumi


Sabtu, 21 April 2012

Mengukur Kesenjangan

Secangkir Semangat Untuk Menulis:
(Spesial Sabtu sore)


Ayo tulis, kawan, kamu pasti bisa. Aku yakin itu!
Mau tahu untungmu?
Semua tulisan itu adalah dirimu.
Membacanya lagi akan perjelas the true self-mu
Modal untuk evaluasi, seberapa jauh kesenjangannya
dengan the ideal self yang kamu tampilkan di muka umum itu, modal untuk tentukan langkah-langkah pertumbuhanmu
Ya, demi formasi spiritualitas dan emosimu, integritasmu.
Anak Tuhan sangat perlu itu.
Malang, Juli ‘07
Dengan pena dan doa

Raden Ajeng Kepahlawanan Ideal

Sisipan, Hari Kartini:


Wajar wanita bangsawan Jawa ini terkenal,
karena nilai yang dipeloporinya universal.
Mendobrak tabu sosial, rindu pulihkan tatanan asal,
tatanan ideal, gagasan original di benak Pencipta kekal;
nilai kesetaraan, emoh kaumnya di posisi marginal.

Wajar ia dijuluk pejuang, pahlawan nasional.
Pedulinya tak sebatas kepentingan personal.
Dalam sangkarnya sendiri ia aman dan nyaman,
justru wanita kebanyakan yang ia prihatinkan,
justru rekam jejak peradaban bangsanya yang ia kuatirkan,
aib sejarah bila diskriminasi gendernya terus dilanggengkan.

Wajar ia model kepahlawanan ideal,
karena teladan cantik yang ia persembahkan:
perjuangkan kebenaran tanpa kekerasan!
Pena tajam ganti pedang, isi surat selantang meriam.
Bukti penting bagi kita sekalian, generasi kita sekarang,
yang masih hadapi banyak ketimpangan,
yang masih rindukan berbagai kesetaraan,
bahwa transformasi jalur darah itu kecelakaan sejarah yang fatal!

Dengan apa ia kita rayakan?
Bukan, bukan dengan baju daerah dan arak-arakan.
Tapi dengan menolak menyerah di tengah kesulitan,
menolak diam di sangkar kita yang nyaman,
menolak segala bentuk elemen jahat sebagai senjata perjuangan, ...
bulatkan tekad tempuh jalur doa dan kreativitas menuju perubahan!


Lukas 10:40

sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

Tangerang, 21 April 2012
Teringat Martha, yang tak menangkap pasan emansipatif Yesus,
justru tak suka kaumnya diijinkan Yesus duduk di posisi eksklusif pria.

Me, Christianity & the World

Sobat, dirimu seonggok kotoran tanpa Allah.
Dan kekristenan itu seonggok egoisme tanpa dunia.
Maka, doa dan Firman itu latihan ibadah.
Dan ibadah sejati, pemuridan sejati itu adalah…
       memompa hati, hati kita yang kecil, dingin dan keras,
       memeluk hati Allah, yang lembut, hangat dan luas.
Keluar dari hati yang sempit namun terasa aman,
masuk lebih jauh, menyelam makin dalam, dan tinggal
di hati Allah yang luas bagi dunia dan segala isi di dalamnya:
       terutama bagi lingkungan yang tercemar,
       bagi alam yang terjarah dan terancam punah;
       terutama mereka yang miskin, yang lemah,
       mereka yang tertindas dan terjajah.
Itulah tanda kesejatian ibadah pengikut Putra Allah:
mengubah onggokan sampah, mengutusnya jadi berkah!


related reading: http://www.kompasiana.com/iwancatur/menanti-kesalehan-ekologis-umat-beragama_552fda606ea834824f8b456d


Mazmur 19:1Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; 

Roma 8:19-22 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

Jakarta, 21 April 2012

Jelang Hari Bumi

Jumat, 20 April 2012

Me, God and the World

Dunia itu ada di tengah kawan,
antara hatimu dan hati Allah.
Bila kau tak ada energi dan waktu
selami hatimu dan hati Allah,
peduli dan menjawab kebutuhan dunia tentu sulitlah.

Melihat ketidak-adilan dan ketamakan dan derita dunia,
Melihat bumi sekarat didera ekploitasi dan vandalisme atasnya,
yang tersisa hanyalah gundah, atau paling kuat hanya amarah;
yang nyalanya akan semakin redup, lalu hatimu jengah,
diam-diam sibuk mencari siapa salah,
diam-diam menuduh Allah!

Kejadian
1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.


Silahkan baca Sejarah Earth Day, klik Di Sini

Jakarta, 20 April 2012
Jelang Hari Bumi

Kamis, 19 April 2012

Mammon Test

Orang miskin diuji dengan pergumulan bagaimana mendapatkan uang.

Orang kaya diuji dengan pergumulan bagaimana menggunakan uang.

Khusus Anda dan saya, kita diuji oleh keduanyaJ.
Khusus koruptor, keduanya mereka tertawakan begitu saja!

Maka, kawan, maka...
Waktu-waktu hening bersamaNya itu saat terbaik mengerjakan latihan soalnya, jaga kesiapan kita memilih keputusan benar dalam ujian-ujian materialisme dan individualisme zaman kita. Niscaya di akhir semester kehidupan ini, Sang Maha Pendidik itu dengan bangga menyambut kita: "Berbahagialah hai hambaKU yang baik dan setia..."



Matius 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Tangerang, 19 April 2012
Minggu UAN bagi anak sekolah

Rabu, 18 April 2012

Bertekad Menang

Hening di pagi hari itu salah satunya untuk mengakui eksistensi ‘musuh’ kita, mengakui ketakutan kita olehnya, sekaligus mengamini lagi fakta kekalahan telak dia dari Tuhan kita 2000an tahun lampau di salib Golgota. Lalu memutuskan menolak tegas intimidasinya (lewat situasi sulit atau orang-orang sulit yang kita jumpa), sekaligus bulatkan tekad untuk makin hidup berpadanan dengan injilNya.

Kolose 2:15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Filipi 1:27-28. Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu....

Tangerang, 18 April 2012

Selasa, 17 April 2012

Yang Tersisa Bila Tanpanya

Dengan atau tanpa kecanduan kerja,
hidup itu memang sibuk, hiruk berganti pikuk.
Dengan atau tanpa tumpukan harta benda,
Saat Teduh itu milik berharga, tak bisa dicuri dunia.


Kesibukan semata, waktu teduh tiada,
entah sengaja entah terpaksa,
apa artinya?
     Kita sedang mencampakkan pada dunia,
     faktor penentu kepuasan hidup kita!
apa tersisa?
     Hiruk pikuk tanpa nada, 
     kesibukan tanpa makna.
     Kepenuhan yang hampa, 
     kelimpahan tanpa damai sejahtera!


Matius 6:19  "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.”


Lukas 10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,...”


Malang, Juni ‘07
Rindu bangun jam 5, tak lagi bisa.
Sejak buka mata hingga tidur kembali ada aja kesibukannya.

Senin, 16 April 2012

Spooring and Balancing

Mobil dipakai sudah lama, ke bengkel ia harus dibawa.
Komponen aus, menyimpanglah sudut kelurusan roda.
Lajunya limbung, terganggu kestabilan arahnya.
Harus disetel ulang keseimbangannya,
Spur & Balancing solusinya!

Jalan kehidupanpun tak selalu rata, kawan.
Kadang guncangan lobang atau kerikil tak terhindarkan.
Tak jarang pula ambisi dan visi salib-menyalib,
geronjal di luar badan jalan terpaksa diterjang.
Auslah ketajaman rohani, teralamilah ketidak-stabilan.

Maka waktu-waktu teduh itu bengkelnya, kawan.
Berbagai keselarasan ditata ulang, penuhi standard Tuhan:
mengasihi Allah, diri dan sesama, semua secara maksimal.
Agar fokus dan tujuan hidup kembali stabil dan normal,
agar gerak kesaksian misi injil Tuhan melaju optimal.

Matius 22:37-39
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Tangerang, 22 Maret 2012
Pulang kantor tadi mampir bengkel.
Bengkelnya buruk, sudah diservice masih terasa oleng lajunya

Minggu, 15 April 2012

Mengelola Kelekatan


Secangkir perspektif untuk ke Gereja:

Ibadah hari ini adalah untuk menetralkan segala kelekatan yang terjadi seminggu ini, sekaligus memastikan kembali satu-satunya kelekatan yang boleh kita miliki:
TUHAN YESUS KRISTUS! Pribadi dan misiNya itulah sumber kepuasan sejati.

Have a blessed worship!

Sabtu, 14 April 2012

Terharu Sendiri

Secangkir Semangat Untuk Menulis:
(Spesial Sabtu sore)

Membaca isi blog ini tak jarang aku heran, tak ingat dan tak percaya kalau aku sendiri yang menulis tiap puisi itu di tahun-tahun yang lalu hingga kemarin pagi. Aku syukuri, karena kapanpun ide tiap puisi itu lewat di kepala, aku telah taat merekamnya lewat ujung pena. Hari ini ketika membacanya ulang, aku kembali dikuatkan. Lebih bersyukur lagi jika blog ini jadi berkat bagi banyak orang.

Coretan 14 April 2012

Karena Salib: Sampah jadi Berkah!


Tadi di TV ada liputan tentang PLTS, Pusat Listrik Tenaga Sampah. Di Jerman, baru satu-satunya di dunia. Berton-ton kulit buah dan kotoran ternak itu dikirim ke sana, diolah, jadi tenaga penggerak mesin-mesin besar, hasilkan listrik, pasok kebutuhan energi satu kota. Gila? Tidak, itu luar biasa hebat! Itu kotoran, kawan, kotoran binatang! Ah, benda bau dan menjijikkan itu, betapa bergunanya, betapa berfungsinya. Unik juga rasanya, berita sampah bikin bathin jadi cerah.

Kusadar Alkitab punya kemiripan pesan. Kisahkan tentang burung yang pipit harganya obralan, juga bunga bakung yang tumbuh liar, serta rumput di ladang itu nasibnya berakhir di perapian; Ya, boleh dibilang mereka ciptaan kelas rendahan. Hebatnya, semua dipelihara, bahkan didandani Tuhan. Hebatnya, semua punya kegunaan, punya fungsi dalam rantai makanan, punya peran dalam ekosistem yang seimbang di bumi ciptaan Tuhan. Bahkan garam tawar yang tiada guna dan cocoknya diinjak-injak orang, Tuhan Yesus pakai untuk bahan perumpamaan!

Mari syukuri, kawan. Burung pipit, bunga bakung, rumput ladang dan diri kita itu bukan tandingan. Potensi kita besar, karena kita lebih bernilai dari kotoran ternak, lebih mulia dari sampah! Tapi masalah kitapun besar. Dosa sesungguhnya bikin kita lebih tidak berharga dari seonggok sampah, karena cengkeramannya bisa bikin kita gagal mainkan peran yang ditetapkan Allah sejak penciptaan.

Tapi puji Tuhan, syukur besar, ini era kebangkitan, kawan. Ini dunia baru, kita manusia baru, sejak Kristus menebus seluruh ciptaan dengan darah mahal. Ya, aksi besar dari pihak Tuhan itu kekuatan sekaligus jaminan, bahwa kita boleh dan mampu mainkan fungsi, sumbangsihkan kegunaan dalam misi daur ulang ciptaan. Karena sejak Jumat Agung dan Minggu Kebangkitan itu, Allah telah mengubah dan mengutus sekumpulan sampah, termasuk dirimu diriku, untuk menjadi berkah, dalam proyek Kerajaan Allah. Maka tak ada alasan untuk minder atau tak peduli, apalagi sengaja tumpulkan kesadaran bermisi.

Ijinkan aku mengingatkan, kawan: Jangan kamu kuatir, cuek juga jangan. Karena jika demikian Allah memakai burung, mendandani bunga dan rumput di ladang, tidakkah Ia akan terlebih lagi memperlengkapi dan memakai kamu sekalian?
Selamat terus hidupi semangat paskah, kawan!

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Malang, Juli ’07
Adik KTB bergumul dengan nilai diri, merasa tak piawai di bidang apapun juga.
Seorang rekan keluhkan anak angkatnya yang super nakal,
mulai bimbang, “Worthy ga sih pelihara dan besarin dia?
Ada gunanya ga ya anak ini kelak bagi masyarakat, atau bagi dunia ini??”

Jumat, 13 April 2012

Salib itu Jangkar Besar

Sisipan, puisi tercecer usai Paskah:

Aku tahu, kuatirmu kali ini bukan asal-asalan.
Ada asumsi logis, banyak analisa masuk akal,
ditambah bukti lumpuhnya mekanisme keadilan.
Semua menggampangkan, kamu merasa sendirian.

Ombak sebesar itu jelas sangat berbahaya, kawan.
Wajar sinis, pesimis dan putus asa datang bergantian.
Diri terhempas tanpa pegangan, jauh pantai pengharapan.

Jangan biarkan perahumu karam, kawan.
Yang kamu butuhkan adalah jangkar yang lebih besar.
Di bukit Golgota ia kokoh terpancang,
bertaut rantai kasih yang tak akan lekang.

Bawa ombakmu, kaitkan perahumu erat padaNya, kawan.
Memang pikirmu Ia tutup mata, tertidur di buritan;
memang Ia pernah mati, seakan kalah oleh kejahatan.
tapi Ia sudah bangkit, dan bertindak itu Ia selalu siap;
siap memberimu jangkar besar, bahkan redakan badai besar!

Matius 8:24-26
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.


Jakarta, 13 April 2012
Berdoa untuk orang miskin, yang tak cukup memperoleh
makanan-minuman-pakaian, melainkan juga keadilan!

Kamis, 12 April 2012

Paskah di Meja Operasi

Sisipan, Refleksi tercecer seusai Paskah:

Berawal dari kenakalan si kecil Osias. Luka menganga tertusuk pisau mainan di bahu kirinya beri kami pengalaman berharga. Peralatan yang disiapkan seadanya, lampu senter sedikit cahaya, aksi darurat itu menjadi 1 jam yang luar biasa. Si kecil malang dibebaskan dari ancaman bahaya. Penutup manis karya medis kami di desa korban gempa. Moga tidak ada infeksi setelahnya, karena desa di atas gunung ini sangat jauh dari kota.

Satu fakta tegaskan kami, bahwa TUHAN yang berkarya: obat bius yang ‘kebetulan’ terbawa akibat kesalahan toko obat di Malang itu ternyata sangat berguna. Juga benang jahit luka dalam yang tidak kami minta, namun keliru dikirimkan bidan desa itu, siapa sangka?!

Bagiku sendiri, tadi itu pesan paskah dariNYA. Sambil tangan teracung sorotkan lampu senter membantu dokter Nita, kuamati semuanya. Lalu tiba-tiba terbandingkan begitu saja fakta-faktanya:
Kayu halus meja ini dan balok kasar salib itu,
   1 luka ini dan luka di sekujur tubuh itu.
   Kulit-daging dan jarum yang disterilkan oleh dokter penuh kasih ini, kontras nian dengan kulit-daging punggungNya yang berulang dicabik cambuk kotor serdadu keji itu.
   Tangis pilu si kecil dan jeritan Eli Eli Lama Sabakhtani-NYA,
sang ayah yang terjatuh lemas karena tak tega dan hati hancur Sang Bapa.

Sesungguhnya, kenakalan dan luka si kecil itu wakili luka kita, ulah dosa-dosa kita. Tapi luka-luka DIA semata karena kasih-NYA dan kasih Bapa, satu-satunya cara bebaskan kita dari bahaya maha-murka, yakni ngeri dan kekalnya upah dosa. Oleh luka-luka Dia, sembuhlah luka-luka kita.
Lalu bagaimana? Biarlah hidup ini menjadi respons kita atas kasih dan karya besar Allah yang berpusat pada salib itu. Di sekolah, di kampus, di rumah, di tempat kerja, di Perkantas, di Gereja..., ya, di mana saja. Selamat menghidupi semangat Paskah, rekan semua!

Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya, dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5)

Sabtu sore, 19 Maret 2005
Apui - Alor Tengah Selatan (Tim Misi SAAT untuk gempa Alor).