Rekan Sepanggilan, Menulislah!

Pengunjung yang terhormat, para saksi Kristus & para pelayan Tuhan, ini adalah blog mutiara DOA, SAAT TEDUH dan MEDITASI Kristen (kecuali sisipan-sisipan khususnya). Sebuah Kedai Doa, Warung SaTe, atau Kantin Yoga, terserah Anda menyebutnya. Kalo saya, ini Cafe Shalom:-) Lebih dari itu, blog ini adalah ajakan untuk menulis. Tulislah apa saja, selembar sehari, di diary atau jurnal pribadi. Don't worry, bahan-bahannya akan Tuhan kirim tiap hari, lewat berbagai macam situasi, Anda hanya tinggal mencatatnya dengan setia & sepenuh hati. Apapun genre-nya, semua bentuk tulisan itu bagus. Semua memastikan agar kita tak mudah lupa berkat dan pesan-Nya untuk jangka waktu sangat lama. Dan sudah barang tentu, tulisan Anda bisa jadi berkat buat sesama, asupan sehat bagi keluarga besar gereja-Nya. Selamat mencoba. Mulailah hari ini!

Selasa, 30 Juli 2013

Ilustrasi Kotbah

Di Jakarta kalau salah ambil belokan bisa celaka, karena bisa-bisa kita salah arah dan sulit kembali ke posisi semula. Demikian pula kotbah dengan ilustrasi yang kebablasan dan ngelantur, akan bikin si pengkotbah dan jemaat susah payah kembali ke poin utama, bahkan bisa tersesat atau kehilangan tujuan beritanya.

Karena ilustrasi itu seperti manuver kejutan yang indah dalam olah raga surfing, membuat mata dan telinga lebih terbuka menyimak dan menerima. Tapi ia bisa membuat pengkotbah terpelanting dan jatuh, ketika bias ke sana sini.
Itu adalah suara alto, tenor atau bass dalam paduan suara, mempercantik sebuah kantata, sebuah bonus keindahan bagi telinga. Tapi ia bisa jadi noise, kebisingan yang mengganggu dan menumpulkan ketajaman pesan kita.


Palopo, 30 Juli 2013

Seimbangnya Kotbah

I want my sermons to be
educational as well as devotional.
I try to fill people’s mind with facts
as well as bringing them to know God personally.

I know I can grow to achieve such sermons
if only I myself live in the spirit of knowledge
as well as of devotion for the LORD.


Palopo, 15 Maret 2013


Senin, 29 Juli 2013

Jangan Pinjam Nama

Pengkotbah hari ini ajak kami baca teks penyaliban Yesus, tulisan Markus. Lalu menjejalkan banyak pelajaran pada pendengar. Semua pelajaran baik-baik tentunya. Masalahnya, ia tak menguraikan apa yang Markus maksudkan melalui bagian teks itu.

Rekan Pengkotbah, tugas kita adalah menjelaskan dulu apa yang dimaksud, yang ditekankan penulis aslinya, baru – kalau tak tahan- bolehlah kita tambahkan dengan pelajaran-pelajaran kita. Jika tidak demikian, kita bisa seperti penulis baru yang suka pinjam nama penulis atau kolumnis terkenal agar pikiran-pikirannya lebih diterima.


Palopo, Ahad 24 Maret 2013