Rekan Sepanggilan, Menulislah!

Pengunjung yang terhormat, para saksi Kristus & para pelayan Tuhan, ini adalah blog mutiara DOA, SAAT TEDUH dan MEDITASI Kristen (kecuali sisipan-sisipan khususnya). Sebuah Kedai Doa, Warung SaTe, atau Kantin Yoga, terserah Anda menyebutnya. Kalo saya, ini Cafe Shalom:-) Lebih dari itu, blog ini adalah ajakan untuk menulis. Tulislah apa saja, selembar sehari, di diary atau jurnal pribadi. Don't worry, bahan-bahannya akan Tuhan kirim tiap hari, lewat berbagai macam situasi, Anda hanya tinggal mencatatnya dengan setia & sepenuh hati. Apapun genre-nya, semua bentuk tulisan itu bagus. Semua memastikan agar kita tak mudah lupa berkat dan pesan-Nya untuk jangka waktu sangat lama. Dan sudah barang tentu, tulisan Anda bisa jadi berkat buat sesama, asupan sehat bagi keluarga besar gereja-Nya. Selamat mencoba. Mulailah hari ini!

Tampilkan postingan dengan label e. Kantin Yoga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label e. Kantin Yoga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

Bulimia

Bulimia,...
Itu makan sebanyaknya,
lalu muntahkan sebanyaknya,
sebelum sempat dicerna.

Bulimia,...
Itu dengar kotbah sebanyaknya,
baca buku rohani-teologi sebanyaknya,
browsing artikel website rohani sebanyaknya,
nonton film kristen sebanyaknya,
lalu muntahkan informasinya ke teman kita,
di group medsos kita, kelompok sel kita, gereja kita, diupdate status kita...
tanpa pernah sungguh-sungguh dicerna bathin kita.
Demikianlah budaya konsumtif awet dalam industri rohani zaman kita,
dan lapar-haus akan Allah tak kunjung jumpa solusinya di generasi kita.

Masyaallah, jangan biarkan itu terus terjadi, kawan.
Ayo galakkan budaya makan sehat dan mencerna dengan cermat.
Dalam saat-saat diam kita, di mana saja, siap kapan saja,
dalam kesadaran bersama-Nya, dalam penasaran akan mau-Nya:
mau-Nya atas diri kita, lalu mau-Nya dari kita, bagi dunia milik-Nya.

Jakarta, 17 Oktober 2012
Teringat bulimia Lady Diana,
Sadari bulimia rohani yang tak jarang aku mengalaminya.

Senin, 13 Agustus 2012

Serenity

Sendiri namun tak sendirian,
Terpejam, namun jelas melihat.
Senyap, namun tak lelap,
Diam, namun jelas bercakap!

Rasa sepi yang penuh keindahan,
Rasa haus yang mereguk kepuasan,
Rasa lapar yang berujung kenyang.

Itu seperti pohon yang di tanam di tepian air.
Tegar dan segar, di segala musim kehidupan!

Mari datang, undangan selalu berkumandang.

Mazmur 107:8-9
Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

Yohanes 6:35
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Wisma Sarfat, Batu.
Kamis, 31 Mei 2007

Jumat, 10 Agustus 2012

Balapan

Di hari Eden cemar,
sejak itu sesama jadi rival,
hidup jadi lintasan balapan,
tepuk tangan dunia jadi sandaran.

Hikmat bijak ini kita perlu, kawan:
Ambillah waktu melambat, jangan melulu tancap gas.
Kita tak pernah tahu kapan hidup berjumpa tikungan.
Pelihara momen berhenti, istirahatkan bathin dan badan.
Sudah banyak celaka karena lelah turuti ketamakan.

Sebab nilai kemenanganmu bukanlah:
Uangmu
Jabatanmu
Gelarmu
Sehatmu
Popularitasmu
Bukan pula sumber bahagiamu, melainkan:
    Percayakan diri di bawah kepak sayap Tuhanmu
       Fokus yang tertuju pada Juru Selamat di depanmu.

Tanpa Dia kamu pasti lepas arah dan kalah telak.
Suksespun nikmatnya sesaat, berujung sesal terlambat;
ternyata selama ini berpacu di lintasan yang salah,
dan mengejar mahkota juara yang salah!

Yeremia 12:5
"Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan?

Yesaya 30:15
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."

Ibrani 12:2
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Wisma Sarfat, 31 Mei 2007
Teringat para pendatang baru:
Lewis Hamilton di F1, Casey Stoner di Motor GP

Mengecap Jejak Berkat

Seperti Yosua seberangi Yordan mendirikan batu,
dalam hening, ambillah momen-momen Yordanmu.
Kumpulkan dan dirikan batu-batu peringatanmu.
Dalam senyap, akui kuat tangan DIA yang menopangmu;
    membelah dalamnya beragam Teberaumu,
    sibakkan derasnya berbagai Yordanmu.
Dalam hormat dan syukur, kenang dan kecaplah pertolongan-Nya;
di sepanjang padang gurun studimu,
di riuh-reda badai rumah tanggamu,
di kerikil-kerikil tajam pekerjaanmu,
di pahit getir komitmen pelayananmu.
Lalu dalam diam, bersoraklah;
Pujalah Gembala Agungmu,
pujilah Juru Selamatmu,
Agungkan El Shadday-mu!

Yosua 4:20-24
Kedua belas batu yang diambil dari sungai Yordan itu ditegakkan oleh Yosua di Gilgal. Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian: "Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti batu-batu ini? maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah yang kering! -- sebab TUHAN, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyeberang seperti yang telah dilakukan TUHAN, Allahmu, dengan Laut Teberau, yang telah dikeringkan-Nya di depan kita, sampai kita dapat menyeberang, supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu."

Wisma Sarfat, Junggo – Batu
Kamis, 31 Mei 2007

Selasa, 10 Juli 2012

School of Holiness

Sajak Kotbah di Bukit:

Nampak beda, nampak saleh, nampak rohani ?
Hati-hati, jangan-jangan itu Farisi,
kubur busuk berlabur putih, isi busuk bungkus suci.
Maka akrabi bilik teduhmu, kawan
dirikan mezbah heningmu...

Hening itu untuk selami kedalaman nurani,
merenda suci sejati, bening yang tak terdeteksi.
Menempa logam murni, tanpa campuran sama sekali.
Hasratnya tunggal: muliakan Allah tak henti.

Hening itu untuk sadari mustahilnya usaha sendiri.
Dunia terlalu kotor, hati begitu licik.
Hening itu mendengar, kabar baik di ruang devosi:
Bahwa Allahlah yang beraksi, karya Roh Kudus sendiri.

Bagian kita?
Hening itu mengasah nyali : pantang berhenti !
Jatuh, bangun lagi. Gagal, ulang lagi.
Itu grafik menuju suci, perang pasti dimenangi
Karena suci hati tak kenal henti
Saat santai, saat sepi, saat sendiri
Muliakan Allah, itu fokus ambisi,
hingga...
Allah nampak di muka belakang, di kanan kiri

“Berbahagialah orang yang suci hatinya,
karena mereka akan melihat Allah”
Matius 5:8

SAAT, Chapel Pagi, 28 Sept ‘05
Inspired bay kotbah teman

Kamis, 07 Juni 2012

Sudah kulihat kemuliaanNya! Kamu??

Kekayaan, jabatan, pangkat, senioritas,
gelar rohani, akademik maupun bangsawan,
itu semua tentang kuasa, kawan,
tentang penghormatan orang pada kita,
tentang kemuliaan dunia!

Tak heran banyak orang mengejarnya,
Setidaknya semua orang berandai-andai tentangnya,
Tak jarang hamba Tuhan mengkhayalkannya.

Kawan, ini fakta biasa, sekaligus godaan luar biasa.
Karena struktur dan sistem peradaban kita
masih Mammon rajanya. Apa mau dikata?!

Bukan, salahnya bukan pada ambisi kita atasnya,
namun pada kewarasan yang sering gagal kita jaga,
bahwa ambisi yang teraih, kuasa yang tergenggam itu...
harusnya murni untuk misi-Nya, bagi kemuliaan-Nya !

Jadi, sudahkah pagi ini kau pandang kemuliaanNya??
Hanya itu yang bikin dunia kehilangan pamornya di mata kita!
Rutin mengalaminya, niscaya kesehatan, kekayaan, jabatan,
gelar rohani, akademik maupun bangsawan itu...
... akan tetap sekedar jadi hamba kita, 
bukan tuan serakah yang tiada henti mendikte menindas kita!

Matius 4:8-10
Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Lukas 9:29
Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

Jakarta, 7 Juni 2012

Teringat Paulus yang setelah melihat sinar terang di perjalanan ke Damsyik, menyatakan segala yang sebelumnya dia banggakan adalah sampah.
Teringat Yesaya dan Yehezkiel, yang dalam galau mencermati kondisi carut marut bangsanya merasa dikuatkan setelah mendapat penglihatan Allah ada ditahtaNya.
Teringat usai kotbah pdt Bubby Ticoalu nyanyi: “Pandanglah pada Yesus, pandanglah wajah muliaNya. Di dalam terang kemuliaanNya, dunia akan menjadi hampa.” (Pujian KPPK, entah nomor berapa...)

Rabu, 23 Mei 2012

Penjinak Bakat Sombong Kita

Kesombongan itu membutakan kita terhadap fakta-fakta tentang diri kita. Ia mengobarkan ego kita, menyerongkan visi kita, dan menghalangi kita mendekati Allah. Ia membuat diri kita terasing dari Allah dan dari diri kita sendiri. Akibatnya, kita kekurangan perspektif Allah dan merasa tidak butuh pertolongan Allah. Itu kemandirian sebodoh-bodohnya.

Menolak duduk diam di hadapan Allah, itu meniti jalan menuju ke sana. Anda sedang membiasakan perasaan Anda berdiri di pusat semesta, percaya hanya kepada diri Anda. Betapa berbahaya, alamat fatal kesudahannya!

Mazmur 92:5-6
Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu. Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.

Mazmur 14:1
Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

Mazmur 119:130
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Jakarta, 23 Mei 2012
Bahan KTB: kesombongan itu kegagalan melihat dukungan orang lain
dan Tuhan dalam keberhasilan yang diraih.