Rekan Sepanggilan, Menulislah!

Pengunjung yang terhormat, para saksi Kristus & para pelayan Tuhan, ini adalah blog mutiara DOA, SAAT TEDUH dan MEDITASI Kristen (kecuali sisipan-sisipan khususnya). Sebuah Kedai Doa, Warung SaTe, atau Kantin Yoga, terserah Anda menyebutnya. Kalo saya, ini Cafe Shalom:-) Lebih dari itu, blog ini adalah ajakan untuk menulis. Tulislah apa saja, selembar sehari, di diary atau jurnal pribadi. Don't worry, bahan-bahannya akan Tuhan kirim tiap hari, lewat berbagai macam situasi, Anda hanya tinggal mencatatnya dengan setia & sepenuh hati. Apapun genre-nya, semua bentuk tulisan itu bagus. Semua memastikan agar kita tak mudah lupa berkat dan pesan-Nya untuk jangka waktu sangat lama. Dan sudah barang tentu, tulisan Anda bisa jadi berkat buat sesama, asupan sehat bagi keluarga besar gereja-Nya. Selamat mencoba. Mulailah hari ini!

Tampilkan postingan dengan label a. Visi Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a. Visi Blog. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Januari 2018

Proyek Iming-Iming


Selain desakan beberapa teman, exist-nya blog ini juga sebuah proyek iming-iming, sengaja untuk bikin rekan lain ngiler, kepingin: kepingin nulis (ga harus berbentuk puisi!). Nulis di jurnal pribadi atau di diary, atau blog seperti ini. Hal-hal yang tertulis dalam blog ini terangkat dari peristiwa sehari-hari.

Mampir ke blog ini, saya harap teman-teman berpikir: “Ah, sederhana sekali, yang begini aku aku juga bisa!” Ya, itu pula yang saya yakini. Mengarang itu sulit, tapi menulis itu gampang sekali, karena bahannya kita lihat dan kita alami sehari-hari.  Asal mau, kita semua mampu menulis. Merasa tak berbakat nulis itu soal waktu, soal latihan, soal jam terbang.
Coretan Juli 2004
Kata “blog” aslinya adalah “buku”

Selasa, 07 Agustus 2012

I Have a Dream


I dream of...
or better, I plan my life...
 to take part in building a community of faith.
Community that live out the kingdom gospel,
embracing and spreading the Kingdom life-style.
for the glory of the risen King who's now & forever reigning
An organic and living church, a model before the watching world,
offering an example how to live more healtily and happily,
more harmoniously and peacefully....

To such purpose, such dream, such future, ...I will do in the present:
To set apart my life to teach (through my speech and writings),
and to be a living axample of God’s Kingdom values and life-style.
And to make disciples (students, graduates, church-goers)
whose humility, fidelity and passion
go beyond personal holiness;
disciples, whose daily simple words and deeds
give missional influence and social godliness
to others in their family and their community.

Please help me GOD.


(Malang, Agustus 2010)

Rabu, 01 Agustus 2012

Visi Konsolidasi Intern Kristiani

Seperti yang kuterka sejak awal, pengkotbah pagi ini menjelaskan mujizat Yesus memberi makan 5000 orang sebagai peristiwa logis akibat orang banyak itu tersentuh ketulusan bocah yang berbagi bekal makan siangnya, membuat mereka tergerak ikut-ikutan membagi bekal yang mereka bawa. Seperti itulah memang tafsiran khas rekan-rekan seimanku yang --oleh sejarah gereja dikategorikan-- beraliran liberal.
Kutanya ulang diriku:  “Perlukah aku marah? Haruskah aku simpulkan telah terjadi penyesatan iman? Wajarkah aku takut tafsiran seperti itu mengurangi kagum dan hormat jemaat terhadap Tuhan Yesus?” Memang tak mudah mengendalikannya, karena pertanyaan-pertanyaan semacam itu muncul otomatis di benakku, karena aku orang kristen (yang oleh sejarah gereja diberi label) injili.
Masih sibuk mengolah jawabanku sendiri atas pertanyaan-pertanyaan introspektif itu, suara dari arah mimbar terdengar sudah merangkum poin-poin kotbah: bahwa jemaat perlu meneladani Yesus, memancarkan karakter Allah yang berempati terhadap kebutuhan manusia dan limpah dalam memberi; bahwa jemaat perlu celik hati, peduli dan mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan serta peduli pada sesama dengan gaya hidup memberi; bahwa jemaat perlu berdoa memohon agar karakter Allah makin nyata dalam hidup pribadi. Aplikasi kotbah seperti ini jelas menjawab telak semua kekuatiran teologisku tadi.
Aku jadi tersadar lagi, bahwa jurang abadi perbedaan tafsiran antar aliran dalam kekristenan itu sesungguhnya sesuatu yang sangat rumit, yang tak sepantasnya orang-orang yang concerned tentangnya mencoba menyederhanakannya, apalagi dengan memaparkan solusi hitam putih lalu mengira perubahan bisa terjadi secara instant, apalagi dengan spirit arogansi dan rasa benar diri. (Moga yang masih bersikap demikian Tuhan ampuni).
Menurutku lebih baik kita terlebih dulu membereskan racun prasangka dan sentimen negatif yang merupakan “dosa warisan dan struktural” masing-masing aliran. Menurutku racun itu bisa didetoksifikasi, asalkan tiap pihak sedia kerjakan PR masing-masing, yakni mau banyak mendengar dan membaca pihak lain, mau jujur kumpulkan sisi positif atau kekuatan pihak lain. Semua adalah dalam rangka belajar saling tumbuhkan empati.
Aku pulang dari gereja dengan damai sejahtera ilahi, merasa mendapat dukungan-Nya bahwa cara pandang dan sikapku dalam hal ini bukanlah sebuah kompromi, melainkan ekspresi kebesaran hati, bukan sikap yang kurang hati-hati, melainkan ekspresi kerendahan hati, hal-hal yang digaris-bawahi Yesus sendiri.
Pengunjung yang terhormat, pencerahan yang kudapat tadi membuatku berkomitmen-ulang untuk mendedikasikan blog ini untuk visi kesatuan Tubuh Kristus. Aku ingin mengundang Anda bergabung atau satukan langkah dalam gerakan menuju terwujudnya gereja yang Am dan saling mengasihi seperti harapan doa Yesus dalam Yohanes 17:21-23 itu.
Coretan bathin dalam blog ini adalah bentuk sumbangsih diam-diamku, perjuangan sunyiku dalam mencoba mengurai benang kusut prasangka dan sentimen yang berabad sudah membelit gereja Tuhan. Meski tak kupungkiri mengandung pandangan teologi versi keyakinanku, namun pikirku, jika disampaikan dalam bentuk tulisan, itu jauh dari kesan menyerang. Apalagi kusajikan dalam bentuk puisi, renungan dan refleksi, tentunya yang tidak setujupun enggan untuk menimpali dengan marah atau benci. Sejauh pengalamanku, bicara devosi memang lebih menyatukan Tubuh Kristus dibanding secara lugas bicara doktrinJ.
Harapanku, setelah tertular “virus visi kesatuan tubuh Kristus” ini, Anda tergugah untuk menciptakan virus sejenis versi Anda sendiri dan menularkannya kepada anak-cucu atau generasi penerus gereja/aliran teologi masing-masing, sehingga cepat atau lambat, doa Tuhan Yesus terkabul, semua muridNya bersatu dan saling mengasihi, seperti Allah Tritunggal yang bersatu dan saling mengasihi.
Anyway, kalau toh tulisan dalam blog ini tak mengubah keadaan, minimal aku tidak memperburuknya.  Setidaknya itu bisa menjadi bekalku untuk tenang jika Yesus bertanya apakah hadirku selama hidup itu membuat gereja makin terpecah atau semakin bersatu. Akhir kata, apa yang kusajikan dari hati, kiranya Anda sudi membacanya juga dengan hati.
Selamat menikmati!

Tangerang, 29 Juli 2012
Usai ibadah di GKI

Kamis, 22 Maret 2012

Never Forget to Remember

When your world falls into daily routine,
And your ministry tends to be mechanic,
Remember this:
        It’s all about relationship, from the very start!
        Your relationship with Him, which insist 2 basic things:
        To continue knowing Him,
        To continue, at any situasion, loving & obeying Him.
No matter your level of position in organization
No matter how important person you’ve turned to be,
No matter how great success you achieve
The thing is still the same:
        It’s all about relationship, till the very end!
        Your relationship with Him, which insist one crucial things:
        Your daily personal encounter with Him.
Why?
    ‘Coz your ministry is…
    to proclaim the Person of God to people
    to assure them to meet & to know God personally
    and to have personal relationship with Him continually.
Why?
   'Coz without it...
   Any succes you achieve might happen out of your ambition, 
   not His mission. 
Why?
   ‘coz this is the supreme power of your spiritual leadership!

Sukabumi, 3 Agustus '07
merenung sejenak di sela-sela Konsultasi Nasional Pembimbing Siswa 

Minggu, 18 Maret 2012

Poros dan Rotasi


Utamanya, saya bicara tentang disiplin doa dan saat teduh versi kristiani dalam blog ini. Selingan dan sisipan di dalamnya sekedar implikasi teologis atau konsekuensi logis yang sesungguhnya tak terpisahkan tatkala tekuni dua bentuk devosi ini. Yang pasti, hidup dan pelayanan kita yang sibuk dan hiruk pikuk ini harus berporos dan berotasi pada dua hal esensial ini.
Jika dua mutiara ini bukan sesuatu yang dirindukan dan dinanti, sudah pasti kita akan mengalami stagnasi, tanpa energi apalagi militansi (sebuah mal-fungsi yang umumnya tidak merusak reputasi namun jelas mengecewakan di mata Allah sendiri).
Sebab tanpa relasi dengan Yesus seperti ini, visi mudah jatuh menjadi ambisi, atau suci kita sepi aksi. Lalai menekuninya, menyerah pada kendala-kendalanya, abai menjaga konsistensinya, maka sulit bagi kita menjaga hasrat untuk bersaksi, apalagi gairah untuk bermisi !

Tangerang, Nopember 2011

Sabtu, 17 Maret 2012

Morning Traveler


 sakam, itu akar kata ibrani yang menjadi isu besar blog ini. Kata ini indah, dan mengungkap banyak hal. Dari kata ini muncul kata kerja (verb) askhem dan haskhem dalam kitab Yeremia 25:3-4. Kata inilah yang sekaligus menjadi rahasia kekuatan nabi Yeremia (“idola” pemilik blog ini), karena mengandung penjelasan kegigihan, keuletan sang nabi dalam masa pelayanannya yang panjang dan penuh ratapan itu. Meski sulit, bagi Yeremia setiap hari merupakan sebuah petualangan baru bersama Allahnya. Dia tidak mengalami apa yang disebut oleh seorang penulis kristen sebagai premature death, kematian prematur, yakni seseorang yang mati lebih awal dari kematiaannya yang sesungguhnya. Sebaliknya, Yeremia ini orangnya tidak sekedar hidup, tak sekedar bertahan. Bahkan bapak ini anak Tuhan yang tak pernah kehilangan gairah untuk menjalani hidup, karena ia punya arah, punya tujuan hidup. Ia seorang hamba Allah yang menolak menyerah kalah oleh kerasnya realita hidupi. Ia setia lakukan tugas kenabiannya, dengan hati, dengan visi. 
Haskhem arti literalnya adalah bangun pagi, rising early. Dari kata ini pula diturunkan nama kota Shekem, salah satu kota utama di Kanaan waktu itu (dan salah satu kota paling bersejarah bagi orang Yahudi). Nah, nama kota ini, Sechem, sebagai kata kerja dipakai untuk menjelaskan kegiatan seseorang yang akan melakukan perjalanan jauh dan pagi-pagi benar packing, menaikkan perbekalannya ke atas pundak onta atau ke atas pundaknya sendiri, demi kelancaran dan keamanan perjalanan hari itu. Sehingga, arti konotatif kata ini secara rohani kurang lebih adalah tindakan bangun pagi untuk menghadap Allah, mempersiapkan diri untuk menjalani sebuah hari.
Blog sederhana ini merekam dinamika iman sang blogger berkaitan dengan packing rohani tiap pagi sejak tahun-tahun studi teologinya di seminari, baik di asrama maupun di beberapa ladang praktek, hingga di ladang pelayanan sampai saat ini. Ada saat-saat di mana hari-hari terasa panas atau dingin dan perjalanan iman terasa berat, ada masanya hari-hari terasa sejuk atau hangat di mana langkah-langkah iman terasa ringan dan penuh semangat. Silih berganti dan berjalin-jalin penghiburan dan teguran Juru Selamat. Semua mengalir mengalun dalam untaian kalimat hikmat. Sang Blogger meyakini rekan-rekan peziarah iman juga menapaki jalan setapak yang sama, familiar dengan tanjakan dan tikungan yang serupa, akrab dengan keindahan panorama dan jebakan-jebakan yang serupa (meski tak sama). Mutiara kebijaksanaan yang ditemukan sang blogger di kala fajar ini sengaja dibagi-rasakan, sekadar konkritkan niat berbela-rasa, suguhkan secangkir semangat tiap pagi, untuk lanjutkan ziarah iman menuju keserupaan Putra Allah, jalan pulang kita menuju Yerusalem surgawi, Rumah Bapa kita, atau yang lebih penulis sukai, ini jalan setapak kita hadirkan sorga di bumi ini, tiap-tiap hari, hingga hadirnya secara sempurna Yerusalem Baru dan langit & bumi baru, bersama kedatangan Mesias, Kristus kedua kali. 
Karenanya, sang blogger bermaksud mempersembahkan blog ini bagi sesama para pengembara pagi, morning travelers, yang bertekat menjalani hari-hari di bumi ini seperti Yeremia, seperti teladan alkitab lainnya, seperti Kristus, yakni menjadi pribadi yang committed pada sebuah tujuan, pada visi, yang memaknai tiap hari sebagai petualangan bersama Tuhan, dan sepanjang hayat rindu lakoni hidup yang penuh berkat dan menjadi penyalur berkat.
Selamat menikmati waktu-waktu bersama-Nya.

“Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.”
(Mazmur 19:15)

(Mazmur 108:2-3)
Hatiku siap, ya Allah, aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku. Bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar.

Tangerang, Nopember 2011