Rekan Sepanggilan, Menulislah!

Pengunjung yang terhormat, para saksi Kristus & para pelayan Tuhan, ini adalah blog mutiara DOA, SAAT TEDUH dan MEDITASI Kristen (kecuali sisipan-sisipan khususnya). Sebuah Kedai Doa, Warung SaTe, atau Kantin Yoga, terserah Anda menyebutnya. Kalo saya, ini Cafe Shalom:-) Lebih dari itu, blog ini adalah ajakan untuk menulis. Tulislah apa saja, selembar sehari, di diary atau jurnal pribadi. Don't worry, bahan-bahannya akan Tuhan kirim tiap hari, lewat berbagai macam situasi, Anda hanya tinggal mencatatnya dengan setia & sepenuh hati. Apapun genre-nya, semua bentuk tulisan itu bagus. Semua memastikan agar kita tak mudah lupa berkat dan pesan-Nya untuk jangka waktu sangat lama. Dan sudah barang tentu, tulisan Anda bisa jadi berkat buat sesama, asupan sehat bagi keluarga besar gereja-Nya. Selamat mencoba. Mulailah hari ini!

Tampilkan postingan dengan label k. Sajak Warna-warni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label k. Sajak Warna-warni. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Agustus 2013

Raker Perkantas 1

Kota-kota dan angka-angka
Target-target dan realisasinya
PI-PKK-KK-CPKK
Angka dan nama berbaris di lajurnya
Berderet di tabel data

Itu bukan sekedar data
Tiap nama itu jiwa berharga
Tiap angka itu ada kisahnya
Suka-duka, tawa dan air mata

Itu kisah Allah yang terus bekerja
Menuai siswa-mahasiswa dan alumniNya
Yang dilatihNya dan akan dipakaiNya
Menangkan bangsa mereka bagi Dia

Angka naik angka turun, bangga dan kecewa,
evaluasi itu untuk laporan kita, sarana tanggung-jawab
untuk lembaga dan donatur kita.
Tapi evaluasi Dia beda, karena hasil itu bagian Dia.

Maka satu tahun itu bukan tentang mengejar angka,
melainkan tentang sungguh tak sungguhnya kita;
tentang maksimal tidaknya kita lakukan pekerjaan baik
yang telah Ia siapkan sebelumnya.

Kawan, mari sadari,
bahwa tiap angka itu milik pusaka
yang dipercayakan pada kita,
4-5 tahun saja, tak lama.
Jangan lewatkan kesempatan dengan sia-sia.
Mari beri totalitas kita untuk mereka,
dan terutama untuk DIA!

Pleno 1 Pleno 2 Raker BPC Perkantas Jatim,
YWI-Batu, Desember ‘05

Sidang Klasis 2

Berjuta kata, siapa merangkumnya?
Notulis!
Bertumpuk files hasil keputusannya,
Siapa yang mensosialisasikannya?
Siapa yang ingatkan supaya dibaca?
Siapa bertugas mem-follow-upnya?
Siapa?
Semua akan tersimpan saja di kantor gereja?
Tahun depan ada sidang yang sama,
orang-orang yang sama, dan...
perdebatan yang sama.

Benar leluconnya:
“Hanya keledai yang jatuh 2x di lobang yang sama.”
Kita bukan keledai, maka tak masalah lebih dari 2x
jatuh di lobang yang sama J.
Sungguh benar kesimpulannya:
Hanya topangan dan kasih karunia Allah saja
bila hari ini gereja masih ada!


Selasa, Wisma INRI-Tawangmangu, 6-6-06

Sidang Klasis 1

Rapat itu berat,
rapat itu penat
Materi padat,
jadual ketat,
banyak debat.
Smoga sungguh bermanfaat
bagi jemaat


GKI Sangrah - Solo, 6-6-06

Pijat

Aku diremas,
digếcếk, ditekan.
Diprếkếs, ditekuk,
geli dan kesakitan.
Meringis, mengerang,
mengaduh, mengếdan.
Satu setengah jam.
Klimaksnya?
50 ribu melayang !

2x terjadi, 20 & 26 Okt’ 2005,
saat punggungku kecenthit.
Pelakunya Pak Supra, pemijat langgananku,
tuna netra

Ironi Perayaan Kelahiran

Yesus lahir, kami di pemakaman mama seorang teman.
Di situ pula kabar kudengar, seorang kawan hamil 2 bulan.
Sementara itu, bayiku seharian gelisah dalam gendongan,
lanjutkan tangisnya yang melengking-lengking tadi malam.

Lucu juga ya...
Kelahiran dinantikan, dipersiapkan, dirayakan,
sementara kehidupan siap menghempas-hempaskan,
taburkan gundah dan tangis sepanjang jalan terjal,
hingga sisakan segumpal kesedihan kala dijemput ajal.

Ayub 24:9-10
Ada yang merebut anak piatu dari susu ibunya dan menerima bayi orang miskin sebagai gadai. Dengan telanjang mereka berkeliaran, karena tidak ada pakaian, dan dengan kelaparan mereka memikul berkas-berkas gandum;


Surabaya 25 Des, Natal GKA Gloria 2008

Kamis, 09 Agustus 2012

Sajak Remaja 2

Remaja

Kusuka kejujuran mereka:
ceria dan murungnya kentara,
minat dan enggannya mudah dibaca,
kagum dan bencinya sangat terasa

Remaja

Kusuka kejujuran mereka:
mereka tak pandai pura-pura,
topeng mereka sebening kaca
Tak heran kenakalannya jadi rahasia umum
Di seluruh dunia

Remaja

Mereka itu pepaya mengkal
Yang siap diiris, disayat
Dipotong, dihias, jadi apa saja

Remaja

Hidup ini kuabdikan
Untuk mereka


SAAT, Januari 2006

Rabu, 08 Agustus 2012

Sajak Remaja 1

Are You The One?
a teenager’s song

Who loves to talk to a youth like me?
Who cares enough to hear my story?
Who stands a long-term intimacy with me?
Saving me from self-pity, building my self-identity.

There are million souls like me
Lost in the crowd, dying in prosperity
Busy and lonely, lots of fun yet empty
Who’s entering our culture, friendly and prayerfully?

When God’s so distant and no one understand,
those moments of vulnerability, who’s my company?
Often I’m loosing focus and lacking purpose,
Who shows me the goal, remind me of the right priority?

            Will you be the one for me?
            Not an expert but a buddy
            Not a hero but a fellow
A brother or sister, sharing life with me
A living model for my journey to maturity,
An incarnate God to me.
Then surely I’ll be happy!

In the world full of hostility, I am desperate and angry
Need no more adults who neither neglect or exploit my potentiality
Long no more program but the right person in youth ministry
A friendly teacher, a true friend close to me.
             
Will you be the one for me?

Programs may reflect your creativity,
Style may reflect your personality,
But your life must reflect His plan and His love for me
The only approach that will work best in youth community

Will you be the one for me?

SAAT, December 2005   
Inspired by Bab III Skripsiku

Minggu, 20 Mei 2012

Raport Kebangkitan Nasional Kita Hari ini

Sisipan, Hari Kebangkitan Nasional

Pesta demokrasi terjadi hampir tiap hari; di dunia bisnis ada Rapat Umum Pemegang Saham. Di ranah politik ada pembahasan dan pengesahan Undang-undang di gedung dewan, dll. Bersyukur di seminariku dulu ada RUA, Rapat Umum Anggota (sema SAAT). Di gereja? Rapat majelis, dll.

Aku jadi ingat Boedi Oetomo dll. di tahun 1908 itu, diary. Mereka dan juga tahun-tahun itu merupakan tonggak momentum kebangkitan, benih kebebasan berorganisasi dan berdemokrasi di Republik ini. Kami bisa lakukan acara-acara hari ini merupakan buah dari peristiwa-peristiwa yang memuncak tgl 20 Mei seratus empat tahun yang lalu itu. What Mr. Oetomo did had paved the way of democracy for us. I hope and pray that what we are doing right now will pave a better way for our next generation in this country.

Makin dipikir, makin mengharukan lo, diary. Gimana ngga’, bisa dibilang itu moment peralihan bangsaku masuki era yang lebih beradab; dari era perlawanan senjata ke era perlawanan politis, dari kultur adu otot ke kultur adu nalar. So, I see no reason not to feel indebted to and thankful to people/the leaders and the year of that 1908, meski di tengah keprihatinanku melihat bayi demokrasi itu telah lewati masa usia kakek-kakek (104 th !) namun perilakunya bagai kakek yang childish, bahkan autis!, karena kulihat keputusan-keputusan penting bangsa ini masih sering merupakan produk-produk pemaksaan individu/kelompok tertentu yang lakukan money-abuse dan power abuse.

Mencermati alotnya dan mahalnya beaya proses demokrasi di gedung dewan maupun di tiap pemilu kada hari ini, mencermati konflik horisontal antar sesama anak bangsa yang makin marak tahun-tahun terakhir ini, aku ga tahu, diary, berapa grade proses demokrasi bangsaku hari ini tergolong level elementary, intermediate atau advanced. Yang jelas aku tetap puas akan prosesnya, ada banyak suara, ada pro dan kontra, itu tanda minimal yang bisa kita ikuti, ga seperti lembaga yudikatif dan legislatif era Soeharto yang cuma seperti Paduan Suara. Terdengar dan tampak indah harmoni, namun sesungguhnya secara de facto hukum dipasung dan demokrasi dikebiri.

Well, kita doakan dan terus nantikan membaiknya kualitas (baik secara teknik maupun etik) demokrasi bangsa kita ini. Hidup para pejuang demokrasi !!!


Jakarta, Harkitnas 20 Mei 2012
Menyimak trending topik media 2 minggu terakhir ini:
Evakuasi korban Sukhoi dan Kontroversi konser Lady Gaga

Sabtu, 21 April 2012

Raden Ajeng Kepahlawanan Ideal

Sisipan, Hari Kartini:


Wajar wanita bangsawan Jawa ini terkenal,
karena nilai yang dipeloporinya universal.
Mendobrak tabu sosial, rindu pulihkan tatanan asal,
tatanan ideal, gagasan original di benak Pencipta kekal;
nilai kesetaraan, emoh kaumnya di posisi marginal.

Wajar ia dijuluk pejuang, pahlawan nasional.
Pedulinya tak sebatas kepentingan personal.
Dalam sangkarnya sendiri ia aman dan nyaman,
justru wanita kebanyakan yang ia prihatinkan,
justru rekam jejak peradaban bangsanya yang ia kuatirkan,
aib sejarah bila diskriminasi gendernya terus dilanggengkan.

Wajar ia model kepahlawanan ideal,
karena teladan cantik yang ia persembahkan:
perjuangkan kebenaran tanpa kekerasan!
Pena tajam ganti pedang, isi surat selantang meriam.
Bukti penting bagi kita sekalian, generasi kita sekarang,
yang masih hadapi banyak ketimpangan,
yang masih rindukan berbagai kesetaraan,
bahwa transformasi jalur darah itu kecelakaan sejarah yang fatal!

Dengan apa ia kita rayakan?
Bukan, bukan dengan baju daerah dan arak-arakan.
Tapi dengan menolak menyerah di tengah kesulitan,
menolak diam di sangkar kita yang nyaman,
menolak segala bentuk elemen jahat sebagai senjata perjuangan, ...
bulatkan tekad tempuh jalur doa dan kreativitas menuju perubahan!


Lukas 10:40

sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

Tangerang, 21 April 2012
Teringat Martha, yang tak menangkap pasan emansipatif Yesus,
justru tak suka kaumnya diijinkan Yesus duduk di posisi eksklusif pria.