Rekan Sepanggilan, Menulislah!

Pengunjung yang terhormat, para saksi Kristus & para pelayan Tuhan, ini adalah blog mutiara DOA, SAAT TEDUH dan MEDITASI Kristen (kecuali sisipan-sisipan khususnya). Sebuah Kedai Doa, Warung SaTe, atau Kantin Yoga, terserah Anda menyebutnya. Kalo saya, ini Cafe Shalom:-) Lebih dari itu, blog ini adalah ajakan untuk menulis. Tulislah apa saja, selembar sehari, di diary atau jurnal pribadi. Don't worry, bahan-bahannya akan Tuhan kirim tiap hari, lewat berbagai macam situasi, Anda hanya tinggal mencatatnya dengan setia & sepenuh hati. Apapun genre-nya, semua bentuk tulisan itu bagus. Semua memastikan agar kita tak mudah lupa berkat dan pesan-Nya untuk jangka waktu sangat lama. Dan sudah barang tentu, tulisan Anda bisa jadi berkat buat sesama, asupan sehat bagi keluarga besar gereja-Nya. Selamat mencoba. Mulailah hari ini!

Sabtu, 27 Juli 2013

Kotbah dan Persiapannya

Mau tahu perbedaan kotbah dan persiapan kotbah yang seadanya dengan yang sungguh-sungguh?

Kalau persiapan dan kotbah seadanya itu kamu sedikit persiapkan, tidak kamu gali dalam-dalam. Tapi karena beritanya penting, kamu mencoba menegaskannya dengan melebar-lebarkan isinya dan menunda-nunda mengakhirinya, berharap atau mengira itu jadi makin jelas dan dalam. Tapi, tetaplah terasa dangkal dan mengembara pesannya!

Sedangkan persiapan kotbah yang sungguh-sungguh itu kamu sediakan cukup waktu untuk mengumpulkan bahan-bahan, menggali dalam-dalam isinya, dan dapat banyak mutiara pesannya. Lalu kamu mencermatinya dengan teliti, dengan kritis untuk memilah-milahnya, lalu mulai asyik memilih, menyeleksi kalimat atau paragrafnya, karena kamu bertekat hanya menyajikan hal-hal yang paling penting dan paling relevan saja, dalam waktu sesingkatnya. Kemudian kamu fokus menata alurnya seruntut mungkin, memoles kalimat-kalimatnya sejelas mungkin supaya setiap kata selalu bermakna dan mengarah pada tujuan tema. Hasilnya? Sebuah kotbah yang singkat, padat, mendarat, dan insyaallah sungguh-sungguh jadi berkat buat jemaat !

Solo, usai pimpin KU I dan KU II

Minggu, 18 Juni 2006

Kamis, 25 Juli 2013

Etalase Hati Pengkotbah

Pengkotbah, pajanglah hatimu di meja yang rendah,
supaya tidak mudah pecah
apabila orang menyenggol dan menjatuhkannya.

Dan hadiah kejutannya adalah :
Kebanyakan orang akan rela membungkuk
untuk melihat dari dekat keindahannya.



Boyolali, 23 Juli ‘06

Pak Irwan Pranoto tadi menyindir kualitas kotbahku dengan pake guyonan Stepani (Si Ntep yg pernah undang aku kotbah) tentang jemaatnya di Magelang yang ga mudheng kotbahku. Terasa sakit, karena kritik ini hadir di tengah rasa nyaman menikmati pujian yang makin sering dilontarkan jemaat dan majelis di tempat praktekku minggu-minggu terakhir ini. Rupanya pujian-pujian itu bikin hatiku diam-diam melambung tinggi, hingga terasa sakit dijatuhkan oleh satu sindiran canda pada hari ini.

Rabu, 24 Juli 2013

Kotbah dan Bangga

Kotbahmu disuka? Jangan dulu bangga!
Karena rumit peta politik gereja:
tiap kubu, tiap tokohnya, memang ahli menarik aplikasinya;
legitimasi, dukungan Allah bagi posisi and ambisinya
Berkat bagi dirinya, kutuk bagi lawannya.

Kotbahmu memang bagus, mengena;
Motifmu memang tulus, netral saja,
isinyapun jujur, menegur semua.
Tapi perang di gereja itulah kendalanya.
Karena tiap kubu tahbiskan pengkotbah,
jadi moncong senjata, corong propaganda mereka.
Awetlah rasa diri benar alias keras kepala,
Ya, tetap disitu saja posisi mereka.

Maka jangan dulu bangga, kalau kotbahmu disuka !


Solo, 26 Mei 2006