Rekan Sepanggilan, Menulislah!

Pengunjung yang terhormat, para saksi Kristus & para pelayan Tuhan, ini adalah blog mutiara DOA, SAAT TEDUH dan MEDITASI Kristen (kecuali sisipan-sisipan khususnya). Sebuah Kedai Doa, Warung SaTe, atau Kantin Yoga, terserah Anda menyebutnya. Kalo saya, ini Cafe Shalom:-) Lebih dari itu, blog ini adalah ajakan untuk menulis. Tulislah apa saja, selembar sehari, di diary atau jurnal pribadi. Don't worry, bahan-bahannya akan Tuhan kirim tiap hari, lewat berbagai macam situasi, Anda hanya tinggal mencatatnya dengan setia & sepenuh hati. Apapun genre-nya, semua bentuk tulisan itu bagus. Semua memastikan agar kita tak mudah lupa berkat dan pesan-Nya untuk jangka waktu sangat lama. Dan sudah barang tentu, tulisan Anda bisa jadi berkat buat sesama, asupan sehat bagi keluarga besar gereja-Nya. Selamat mencoba. Mulailah hari ini!

Senin, 24 April 2017

Jayapura [Papua Barat]

Kitorang inga rimba lebatmu, selebat rambut kritingmu
Kitorang inga pantai-pantaimu ramah menyambut, inga yospanmu, tarian selamat datang, goyang indah & wajah ramah dara manismu
Kitorang teringa sirih pinangmu, “snack” terlaris dikunyah tak kenal tempat & waktu, sisakan merah pekat di bibir & rongga mulutmu, sebarkan bercak ludah merah di jalananmu, sudut rumahmu, di kantor dan bandaramu.

Tapi, ...
Kitorang inga juga sambutan iklan peringatan HIV-AIDSmu kagetkan aku (33% menjarah generasi mudamu).
Kitorang inga mobil-mobil super mahal berkeliaran di jalananmu, dikendara para pemimpinmu, sementara kerap jumpai anak-anak negrimu tanpa alas kaki tempuh perjalanan jauh.
Kitorang inga perjamuan sagu, vodka dan perkelahian teruna-terunamu
Kitorang inga limpahnya emas dan uang di propinsimu, tapi inga juga pejabat & pengusaha bejat yang merampok dan merusak kekayaanmu
Kitorang inga gereja-gerejamu, keramaian ibadah minggumu, KKR-KKR besarmu, tapi juga inga perseteruan pemimpin rohanimu, ketamakan ondoafi-ondoafimu.

Trada harapan ka? Adae!
Kitorang inga siswa-mahasiswa dan sarjanamu yang serius dibekali LSM dan dibina lembaga rohani yang tulus mengabdi di tanahmu itu, pasti berdampak hebat,
kelak mereka pasti mampu bungkam ejekan sinis oknum saudara-saudara sebangsamu dan berangus mulut besar yang angkuh para oknum penguasamu !

Teriring Salam doa & cintaku untuk Papua,

Abepura, 21 Okt 2007

Palopo

Mengingatmu, setelah jumpa singkat kita...:

Engkaulah teluk berbenteng bukit di selangkangan Celebes:
Jika aku menarik busur, siku kananku 2 jam ke Tana Toraja
Lengan kiriku teregang 5 jam lintasi Sabbang dan Massamba,
terus terentang panjang jelajahi Malili, Mangkutana dan Soroako, lalu anak panahku melesat 9 jam ke Ujung Pandang, Makassar!

Terikmu hitamkan kulit, malammu kerap terguyur air langit.
Labombomu cantik, gadis-gadis mungilku tersihir kala Senin.
Pagi buta & siang bolongmu peluhkan raga lapangkan dada,
sejuki bathinku dua hari sekali, lemakkupun sedikit menipis J.

Engkau akhiran ji, mi, dik, pak lek, tauwa, kodong tiada habis
Engkau gempuran buah berduri, lima bulan bertubi.
Engkau itu sepanci kapurung bergizi aneka versi.
Hidangan tak pedas seperti haram di sini! J

Engkaupun adalah raut-raut wajah tulus memendam pasrah;
anak cucu Adam yang berdosa, Anak-anak Allah yang mulia.
Simponi pagimu merdu, rajutkan kasak-kusuk dan tawa renyah.
Orkestra malammu syahdu, jalinkan ria dan lara nan membuncah.

Ah, jumpa singkat kita lengkap, pilu pun bahagia erat mendekap.
Kenangan pahit-manis meninju telak, melebam rindu di ulu hati!

PALOPO, 25 Agustus 2013

Kala Bus Piposs bawaku menjauh darimu

Rabu, 18 Januari 2017

Serangan dan Pertahanan

Seberapa sering kita mudah merasa terancam (easily irritated = gampang dirundung kecewa, mudah dilanda ketakutan, cepat dikuasai amarah) oleh sikap/perlakuan orang kepada kita? Seberapa sering kita terpancing unjuk kekuatan, pamerkan diri lebih hebat, lebih pantas dihormati bahkan ditakuti?
Jika sering, jangan anggap sepele, kawan. Ambil waktu temui, ajak bicara “si aku” dalam diri kita.
Mengapa?
-    Karena sangat mungkin penyebab utamanya adalah pudarnya, kaburnya kesadaran akan Kerajaan Allah (yakni realitas pemerintahan Allah, Kristus dalam dunia kita, di mana kuasa dan kasih Allah yang tidak terbatas itu tersedia limpah, selalu siap penuhi kebutuhan dasariah kita akan kasih, penerimaan, rasa aman dan penghargaan).
-     Karena kemungkinan besar itu adalah hari-hari di mana kita telah kembali asyik dengan “kerajaanku,” berkanjang lagi dalam kubangan candu “untukku, mauku, caraku, kontrolku, kemuliaanku.”

Kawan, itulah saatnya untuk kembali pada disiplin menata fokus hati lewat doa sederhana setiap memulai hari:
“Datanglah KerajaanMU, jadilah kehendakMU, dalam diriku, melalui diriku; Dikuduskanlah namaMU dalam hatiku, dimuliakanlah namaMU, melalui pikiran, ucapan dan sikapku hari ini.”

Niscaya, sosok Kristus yang mengosongkan diri dan berkurban diri, serta kemenanganNya via kebangkitan itu kembali terang di visi kita; Niscaya aturan main Kerajaan Allah kembali jelas prioritasnya di logika, kehendak dan syaraf-syaraf perasa kita:
bahwa nampak lemah karena mengalah-mengampuni itu justru kuat; bahwa dipandang rendah dan hina karena berusaha memegang nilai-nilai Yesus itu justru mulia; bahwa menghidupi Kotbah Yesus di Bukit itu bukanlah mentalitas pecundang, melainkan etika pemenang standar sorga, seni penjinak “si aku”, musuh terliar dan terdekat, demi maksimalnya peran garam dan terang!

Niscaya, hari ini tak lagi kita jalani sendirian, melainkan bersama Yesus [yang selama ini sesungguhnya ada di dalam kita dan kita di dalam Dia]; bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan dengan kekuatan Allah.


Niscaya, kalaupun etos shalom kita tidak membuat orang itu belajar keluar dari cangkang minder dan congkaknya, tidak menjadi solusi bagi iklim teror dan budaya menang-kalah komunitas kita, at least kita telah belajar tidak menjadi bagian dari masalahnya.

Intinya, kawan, kita sering mudah terancam, itu bukan karena kuatnya serangan, melainkan karena terlalu rapuhnya pertahanan!

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota [Amsal 16:32].

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu [Matius 6:33]

Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku [Mazmur 59:16].

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah [Ibrani 12:2]
.
Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan
Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan [Kolose 3:3-4]

Makassar, 18 Jan’ 17
-                      Seminggu terakhir beberapa kali hampir terpancing emosi pada seseorang
-                      Kaget dan heran menyadari isu pertama yang dibahas Yesus terkait dengan “anger”

Postingan terkait: